Fathimah Az Zahra

Subhaanallah…..dari bibir ini terucap lafal menyebut Maha Suci Engkau Ya Allah, ketika baru beberapa paragraph kalimat saya baca dari halaman pertama buku ini. Perasaan kagum bercampur “iri” menghinggapi hati ini, sungguh seorang sosok wanita muslimah dengan jubah penutup auratnya, tiba-tiba hadir dalam pandangan perasaan saya, dengan wajah yang putih bersinar, senyum keikhlasannya, dan kesucian ruh dan lahirnya membuat saya terpaku. Betapa malu hati ini seandainya wanita suci ini bener-bener hadir di depan saya, betapa rendah diri jiwa ini jika saya bertemu dan bertatap muka dengan bidadari surga ini……Dialah Fathimah az Zahra, bidadari surga berujud manusia yang hidup di dunia.

Sungguh semoga Allah memuliakan beliau yang menulis dan menyusun buku ini, ..Yaa Rabb angkatlah dan tinggikan derajatnya di sisimu, karena dengan ilmunya yang tersusun dalam buku ini kami para wanita bisa belajar tentang contoh sosok wanita mulia dan bidadari surga yang berujud manusia ini....Amin

Saya dalam tulisan ini tidak bermaksud untuk menyimpulkan apa yang telah saya baca atau membuat sinopsis sendiri dari isi buku ini, saya bukanlah seorang yang pintar dalam menulis, saya juga tidak mampu membuat kalimat yang bagus seperti yang ada dalam buku ini, sungguh ini hanya sebuah ungkapan perasaan saya sebagai seorang wanita ketika mengetahui adanya sosok wanita suci yang hidup pada zaman baginda Rasul lewat perantara buku ini. Sungguh malu dan rendahnya jiwa dan perasaan saya, yang hidup pada zaman modern seperti sekarang ini…Aurat yang belum tertutup sepenuhnya, pandangan mata yang belum terjaga, telinga yang selalu mendengar bisikan-bisikan ghibah, lisan yang belum sepenuhnya terpelihara….hati yang belum ikhlas terhadap rezeki harta dunia ini,…..Astaghfirulllohal‘aziim…..Ampuni aku yaa Rabb, dibandingkan dengan sosok bidadari_Mu yang suci yang Engkau turunkan di zaman Nabi dengan kami wanita yang hidup di zaman sekarang ini, tidak ada sedikitpun sifat dan perilaku yang kami punya dari beliau……Kami mengharap ridhomu yaa Allah supaya kami mampu memahami dan melaksanakan apa yang telah di contohkan ibunda kami Fathimah az Zahra… Kabulkanlah doa permintaan kami ini yaa Rabb… Amin Yaa Rabbal’aalamin.

Kisah dalam buku ini dimulai ketika kuasa Allah telah menetetapkan seorang penghulu surga bernama Fathimah Az Zahra di dalam peristiwa-peristiwa alam benih (alam kesaksian) yang merupakan kemuliaan Rasulullah dan keturunannya termasuk Fatimah telah diakui (buku hal 58). Abdurahman ash Shafawi dalam kitabnya Nuzhatul Majalis (jilid 2 hal 223) bahwa An Nisa’I dan yang lainya berkata : “Ketika Allah menciptakan Adam….ada seorang gadis cemerlang dari mana cahaya memancar dan di kepalanya ada sebuah mahkota emas berhiasan intan, orang yang belum pernah dilihat Adam, Adam bertanya, ‘Tuhanku, siapakah gadis ini?’ Allah menjawab,’Fathimah binti Muhammad.’ Adam bertanya, ‘Tuhanku siapakah suaminya?’ Allah menjawab,’Wahai Jibril, bukalah gerbang istana batu mirah delima.’ Ketka Jibril melakukannya, Adam melihat sebuah kubah dri kapur barus dan di dalamnya ada sebuah ranjang emas yang dihiasi oleh seorang pemuda setampan Yusuf.’ Allah lalu berfirman, ‘Inilah suaminya, Ali bin Abi Thalib.”

Juga Al Asqalani dalam kitabnya, Lizanul Mizan (jilid 3 hal. 346), menulis bahwa Imam Hasan al Askari menuturkan bahwa kakek-kakeknya mengutip Jabir bin Abdullah yang berkata :”Rasulullah Saw. Bersabda, ‘Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, mereka berjalan-jalan di surga dan mengatakan, ‘Siapakah yang lebih baik daripada kami?’ Pada saat itu, mereka melihat sesosok bayangan seorang gadis yang belum pernah mereka lihat; dari gadis ini keluarlah seberkas cahaya menyilaukan yang demikian terang sehingga hampir membutakan mata. Mereka bertanya, ‘Ya Allah, apakah ini?’ Allah menjawab, inilah bayangan Fathimah, penghulu kaum perempuan keturunan kalian. ‘Adam bertanya, ‘Apakah mahkota yang ada di kepalanya?’ Allah menjawab, ‘Suminya, Ali.’ Adam bertanya lagi, ‘Apakah kedua anting-antingnya?’ Allah menjawab, ‘(Kedua) putranya (Imam Hasan dan Imam Husain), mereka ditetapkan di dalam pengetahuan-Ku nan abadi dua ribu tahun sebelum aku menciptakanmu.”””

Kisah dilanjutkan dengan peristiwa gaib dimana Rasulullah Saw diperintahkan Allah untuk menahan diri dari mendekati Khadijah selama 40 hari. Sehingga Nabi melewati 40 hari dengan puasa dan salat malam, sampai ketika kemudian datang Jibril menyampaikan kepada Nabi bahwa Allah mengirimkan salam-Nya dan memerintahkan Nabi bersiap untuk penghormatan dan hadiah-Nya. Lalu Mikail turun dengan membawa sebuah pinggan yang ditutupi kain dari brokat atau sutra dan menyorongkan kepada Nabi. Jibril menyampaiakan bahwa Allah memerintahkan Nabi untuk membatalkan puasa dengan buah makanan dari surga. Kemudian Nabi diperintahkan oleh Allah melalui Jibril untuk menemui Khadijah. Sehingga kemudian Khadijah dalam rahimnya mengandung Fathimah dengan benih suci dari makanan ilahiah yang dimakan oleh Rasulullah Saw.

Sampai dengan peristiwa ghaib yang dialami Khadijah dalam persalinan melahirkan Fathimah, dimana ketika Khadijah memanggil bidan Quraisy untuk diminta pertolongan, tetapi mereka menolaknya. Lalu dengan kuasa Allah, empat orang perempuan yang kecantikan dan kecemerlangan tak terperikan memasuki rumah. Salah seorang dari mereka berkata, ‘Akulah Ibunda Hawa. ‘Yang kedua berkata, ‘Aku Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun). ‘Yang ketiga berkata,’ Aku Kultsum, saudara perempuan Musa.’Yang keempat berkata,’Aku Maryam binti ‘Imran (ibunda Nabi Isa as). Kami datang untuk melahirkan anakmu. ‘Fathimah lalu lahir, ketika rebah ke tanah, Fathimah berada dalam sikap bersujud mengangkat jari-jarinya. (Riwayat Ath Thabari dalam Dzakairul Uqbi, Abdurahman ash Shafawi dalam Nuzhatul Majalis dan Al Qanduzi dalam Yanabiyyul Mawaddah).

Kita juga dapat menemui kisah, seperti ketika Fathimah mampu dan sering berbicara dengan ibundanya,Khadijah sewaktu masih dalam kandungan, dan juga Fathimah yang suci karena dibebaskan dari haid bulanan dengan kuasa Allah . Dan masih banyak kisah yang bisa kita baca dalam buku ini, sehingga kita kaum wanita khususnya bisa menarih ibroh dari sosok wanita mulia ini…..Mudah2an Allah memberi petunjuk dan kemudahan jalan buat kita untuk menjemput hidayah Allah melalui kisah-kisah hidup panutan dan junjungan kita Baginda Rasulullah Muhammad Saw dan para Ahlulbait……. Amin Yaa Robbal’aalamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: