Bebas Kolesterol Dan Demam Berdarah Dengan Angkak

RESENSI BUKU DENGAN JUDUL BEBAS KOLESTEROL DAN DEMAM BERDARAH DENGAN ANGKAK

Memahami Hubungan Angkak dengan DBD

Oleh : Asih Tugiyanti S.Farm., Apt.

Intisari

Demam berdarah dengue (DBD) sering menyerang secara musiman. Penyakit ini menyerang semua kalangan. Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh serangan virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopicyus yang memiliki ciri warna tubuhnya hitam berbintik putih, ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding nyamuk jenis lain.

Faktor resiko munculnya serangan demam berdarah terletak pada pola hidup sehari-hari, yaitu kebersihan di sekitar lingkungan rumah dan gejala serangan ini masih sulit dikenali. Seringkali gejala serangan DBD dianggap serangan campak sehingga penanganan serangan seringkali tidak tepat. Pada penderita demam berdarah, trombosit biasanya mengalami penurunan, sedangkan trombosit berperan penting dalam menghentikan perdarahan.

Di Indonesia, banyak pasien demam berdarah dengue yang memanfaatkan angkak sebagai obat atau suplemen untuk menaikkan trombosit. Secara empiris, banyak yang membuktikan bahwa pasien DBD yang mengkonsumsi angkak mengalami peningkatan jumlah trombosit secara cepat. Sedangkan menurut penelitian, dilaporkan bahwa angkak bisa meningkatkan jumlah trombosit pada tikus Wistar putih. Kandungan lovastatin dalam angkak yang dikonsumsi pasien DBD akan meningkatkan jumlah trombosit melalui mekanisme ikatan reseptor. Meskipun hubungan antara mengkonsumsi angkak dengan pembentukan trombosit belum terungkap jelas secara ilmiah, tetapi masyarakat telah membuktikan pengaruh angkak dan terkadang beberapa dokter juga menyarankan pasien DBD untuk mengkonsumsi angkak, khususnya pada tahap pemulihan.

Kelebihan :

Penyampaian materi cukup jelas, tidak hanya penjelasan bagaimana virus DBD menyerang manusia tetapi juga gejala/tanda sakit DBD serta mekanisme angkak dalam proses penyembuhan DBD.

• Penulis juga mencantumkan hasil penelitian bahwa angkak dapat meningkatkan jumlah trombosit pada proses penyembuhan DBD, sehingga menambah informasi bagi dunia kesehatan khususnya dan masyarakat pada umumnya.

• Penulis juga menyajikan gambar-gambar yang bisa lebih memperjelas pembaca dan menarik perhatian pembaca sehingga memberikan nilai lebih pada buku ini.

Kekurangan :

• Ada beberapa istilah yang mungkin kurang bisa dipahami oleh masyarakat awam seperti monosit, megakaryosit, makrofaga dan sebagainya sehingga penulis perlu memberikan catatan kaki tentang istilah-istilah tersebut.

• Dalam tema ini tidak dijelaskan apakah angkak bisa dikonsumsi dan aman bagi semua kalangan mulai dari balita sampai orang tua sedangkan virus DBD menyerang semua kalangan.

Kesan

Setelah membaca tema ini, informasi dan pengetahuan saya menjadi bertambah ternyata angkak yang hanya hasil fermentasi dari mikroba bisa mendukung proses penyembuhan penyakit DBD yang selama ini telah banyak menyebabkan kematian.

Saran

Penggunaan angkak sebagai pendukung dalam proses penyembuhan DBD belum digunakan secara meluas oleh masyarakat, sehingga penulis perlu mencantumkan beberapa promosi kepada masyarakat lewat buku atau tema ini bahwa angkak sangat bermanfaat bagi pasien DBD. Promosi tentunya harus disertai dengan komunikasi, informasi dan edukasi agar masyarakat lebih percaya bahwa angkak yang mereka konsumsi bermanfaat dan aman. Pasien DBD juga tidak terlalu resah dengan sakitnya karena sudah ada obat yang ternyata relatif lebih murah dan mudah didapatkan. Perlu adanya penelitian secara ilmiah untuk membuktikan keamanan angkak kepada semua kalangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: