Penggunaan Obat Yang Salah di Masyarakat

Penggunaan Obat Yang Salah di Masyarakat

(obat golongan laksantif )

Oleh : Asih Tugiyanti, S.Farm., Apt.

Fenomena yang mengagungkan bahwa tubuh yang ideal untuk kaum hawa adalah tubuh yang langsing semampai membuat banyak wanita terutama remaja putri berusaha untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal tersebut. Salah satu cara yang banyak ditempuh kaum hawa ini adalah mengkonsumsi berbagai macam ramuan obat pelangsing. Berbagai produk obat pelangsing ditawarkan secara gencar baik di media massa maupun media elektronik. Obat pelangsing yang beredar di pasaran terdiri dari berbagai macam sediaan mulai dari bentuk jamu seduh sampai kaplet. Salah satu bentuk penyimpangan pemakaian obat di masyarakat adalah penggunaan obat pencahar sebagai obat yang dipercaya dapat melangsingkan. Bahkan secara terbuka salah satu produk obat pencahar mengiklankan produknya dengan slogan “BAB lancar, gak jadi daging” dan mencantumkan aturan pakai secara teratur dengan memperlihatkan tubuh bintang iklan yang tetap slim walaupun makan dalam porsi yang cukup banyak. Iklan ini dapat membangun image masyarakat bahwa obat ini aman digunakan sebagai obat alternatif untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal tanpa mengurangi porsi makan

Banyak orang menganggap obat-obat pencahar sebagai obat yang tidak berbahaya dan boleh digunakan setiap waktu. Terkadang masyarakat juga terburu-buru untuk menggunakan obat pencahar saat mengalami kesulitan buang air besar, padahal keadaan tersebut masih bisa diobati tanpa menggunakan obat pencahar. Meski obat pencahar termasuk dalam obat OTC (OVER THE COUNTER) yang dapat dibeli tanpa resep dokter, tapi hendaknya perlu diberikan pemahaman bagi masyarakat tentang efektivitas penggunaannya agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya sehingga diperoleh pengobatan yang rasional.

Ditinjau dari tujuannya maka dapat dikatakan bahwa obat-obat pencahar (laksansia) adalah zat-zat yang dapat mempercepat gerakan-gerakan peristaltik di dalam usus sebagai refleks dari perangsangan lagsung terhadap dinding usus dan dengan demikian menyebabkan pembuangan air besar (defekasi). Konstipasi atau sembelit adalah keadaan defekasi terhenti atau mengalami gangguan, tidak lancar dan terganggu.

Penyebab sembelit :

Kurang minum dan kurangnya konsumsi makanan yang mengandung serat (buah dan sayuran)

  • Ketegangan syaraf, emosi dan stress
  • Diet tertentu
  • Usia lanjut dikarenakan kurangnya pergerakan tubuh
  • Efek sampin dari penggunaan obat-obat parasimpatolitik dan alkaloidanya serta beberapa garam logam

Kesalahan Di Masyarakat

Ada dua macam kesalahan dalam pemakaian obat, yaitu:

Ø PENGGUNAAN OBAT YANG SALAH (DRUG MISUSE)

Penggunaan obat yang salah biasanya dikarenakan kurangnya pengetahuan seseorang tentang obat

Contoh : penggunaan obat pencahar yang terus menerus pada orang lanjut usia, penggunaan pada sembelit ringan yang sebenarnya tidak memerlukan pengobatan terapi, penggunaan pada anak-anak

Ø PENYALAHGUNAAN OBAT (DRUG ABUSE)

Penyalahgunaan obat adalah penyimpangan dalam pola konsumsi obat atau dapat dikatakan bahwa penyalahgunaan obat adalah pemakaian obat yang tidak sesuai dengan tujuan terapi yang dimiliki oleh obat yang bersangkutan.

Contoh : penggunaan obat pencahar sebagai obat pelangsing.

Penggunaan Obat laksatif

Obat-obat laksansia di benarkan diberikan pada kondisi:

  • Konstipasi dengan tujuan pemberian obat pencahar akan menstimulasi proses defekasi
  • Keracunan oral yang akut dengan tujuan pemberian obat pencahar akan mengeluarkan racun dari dalam tubuh sesegera mungkin
  • Pengeluaran parasit, misalnya setelah penggunaan anthelmentik
  • Digunakan untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan proses radiologi

D. EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN OLEH OBAT GOLONGAN

LAKSATIF

a) Absorbsi yang layak dari bahan-bahan gizi dalam usus kecil terganggu.

b) Penghambatan Sintesis vitamin-vitamin oleh bakteri didalam usus besar ( vitamin K & B ) yang berakibat defisiensi vitamin

c) Mineral-mineral ( Kalium & Natrium) yang penting bagi tubuh tidak diabsorbsi sehingga berakibat terjadinya hipokalemia

d) Timbulnya ketergantungan akibat dari rangsangan yang kontinu dan rusaknya syaraf dinding usus

Kontraindikasi

Apoteker hendaknya mampu memberikan informasi mengenai kontraindikasi yang obat laksatif, sehingga menghindari adanya kesalahan dalam pemakaian obat. Semua jenis obat laksansia dikontraindikasikan pada penderita illeus (nyeri perut yang mendadak), radang usus, radang usus buntu, sakit perut hebat yang tidak jelas penyebabnya, kejang, kolik, mual, muntah, wanita hamil karena resiko keguguran, penderita penyakit kandung empedu. ANAK DIBAWAH USIA 2 TAHUN.

PENGATASAN TERHADAP PENYIMPANGAN PENGGUNAAN OBAT LAKSATIF

PLAN

  • Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan obat pencahar yang rasional, sehingga dapat meminimalkan penyalahgunaan dan penggunaan obat yang salah.

PROCESS

  • Memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang penggunaan obat yang rasional pada masyarakat
  • Memberikan konseling terhadap penderita yang mendapat pengobatan dengan obat pencahar

Hal -hal yang perlu disampaikan dalam penyuluhan

  • Pada kondisi seperti apa obat pencahar diperbolehkan untuk dipakai?
  • Pada kondisi apa obat pencahar dikontraindikasikan?
  • Aturan pakai yang tepat
  • Altenatif non farmakoterapi yang dapat ditempuh jika seseorang mengalami konstipasi
  • Pemilihan obat pencahar dilakukan atas dasar mekanisme kerja dan sifat kimianya yaitu: pencahar pembentuk massa, pencahar stimulan, pelunak tinja,

pencahar osmotik, sebagai farmasis harus bisa memberikan saran pemilihan obat berdasarkan kondisi penderita

Out put

  • Penggunaan obat yang rasional di masyarakat
  • Masyarakat lebih memahami cara swa medikasi yang tepat dan penggunaan obat yang benar

Out come

  • Berkurangnya resiko penggunaan obat yang salah dan penyalahgunaan obat di masyakat

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Disarikan dari :

http://media Indonesia online.com diakses 17 april 2007

http://kolomdokel.com diakses 20 april 2007

tjay dan kirana raharja, 2002, Obat-obat penting, gramedia, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: